Senin, 16 Maret 2020

Sharing - Serba Serbi (Pengalaman) Kehamilan Part 1


Assalammu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Sengaja nulis postingan ini, dimulai dengan Bismillah untuk pengingat dan ingin berbagi cerita juga semangat kepada bumil-bumil muda yang lagi sering-seringnya searching tentang kehamilan. Zaman milenial, era mobilisasi yang seolah tiada batasnya, semakin memudahkan kita mencari berbagai informasi -apapun- yang kita inginkan di internet. Tentu ini menjadi poin plus karna kita semakin banyak menyerap informasi baru. Namun hal itu juga yang bisa menjadi pemicu terlalu banyak informasi yang ada sehingga kita bingung memilih mana yang harus kita gunakan untuk kasus atau kondisi yang sedang kita alami.

Ini berlaku juga untuk bumil alias ibu hamil muda (seperti aku hehe). Tepat setelah satu bulan menikah (menikah tanggal 22 Desember 2018), Allah titipkan "utun" di kehidupan rumah tangga kami yang baru mulai tumbuh. Senang, kaget dan rasa "masa sih?" alias tidak percaya akan dititipkan momongan secepat ini tentu ada di benakku. Tidak ada masalah memang, karena dari awal pernikahan aku dan suami sudah sepakat tidak akan menunda punya momongan, tapi masih kaget karna belum sempat honeymoon (bercanda ding hihi =D). Di awali dengan kondisi tubuh yang saat itu demam, menggigil, batuk yang lumayan mengganggu dan badan yang rasanya lina-linu, kami pergi ke dokter di satu klinik dekat rumah. Saat itu aku diperiksa, beliau tanya sedang hamil atau tidak dan sudah bisa ditebak, aku menjawab dengan PD "Tidak, Dok".

Setelah itu aku diresepkan obat untuk demam dan batukku yang lumayan mengganggu. Waktu itu seharusnya aku rehat, tapi apa daya kami harus menempuh perjalanan ke Jogja untuk mengambil barang-barangku (karna aku kuliah di sana, dan barang-barang aku titipkan dulu di rumah nenek di Klaten). Jadilah bermodal nekad kami berangkat dengan bus. Tentu keadaanku semakin menjadi, tengah malam menjelang subuh aku batuk sampai muntah beberapa hari ke depannya. Nafsu makan menurun, badan pegal linu semakin menjadi. Tidak terpikirkan sama sekali kalau ternyata itu adalah tanda-tanda aku sudah hamil.

Singkat cerita, bulan januari aku cek jadwal haidku (aku memang track pakai aplikasi), ternyata sudah lewat tanggalnya. Aku tipe orang yang hampir on time kalau masalah haid, telat paling lama 2 hari. Akhirnya aku iseng minta kak suami belikan test pack. Bangun tidur, ku tes dengan urin pertama dan pagi itu benar-benar membuatku "melek". Garisnya dua!! Maa syaa Allah, alhamdulillah. Langsung ku kabarkan ke kak suami, kami saling tatap dengan mata berkaca dan perasaan haru.

Tapiiii, amat sangat disayangkan. Saat itu memang kami belum banyak ilmu mengenai kehamilan. Ketika periksa ke dokter, beliau bilang kalau ibu hamil bukan orang sakit, jadi tidak ada pantangan apapun selama tidak ada keluhan. Hanya disuruh rajin minum vitamin dan asam folat. Berbekal hal itu juga, kami "bandel". Aku ngintilin suami yang waktu itu kuliah S2, yang jaraknya 28km dan mesti pulang-pergi. Aku tetap mau ikut suami dari Depok-Bekasi naik motor.

Mungkin sebenarnya si dedek sudah mengeluh ya di dalam sana, jadi dia mengirimkan sinyal berupa flek darah di bulan keduanya. Kami buru-buru kontrol ke dokter. Lagi-lagi dokter hanya memberi obat penguat dan petuah: "jangan capek-capek dulu, kalau bisa puasa (berhubungan, pent)".
((Baru ku tau bahwa jika terjadi pendarahan, si ibu harus bedrest minimal 3 hari)). Berbekal petuah dokter dan ilmu kami tentang kehamilan yang masih minim, setelah obat penguat habis aku tetap beraktivitas seperti biasa. Tetap ikut suami kuliah, berkutat dengan kemacetan, polusi dan lain-lain.

Pada akhirnya, ketika masuk usia kandungan 12 minggu..
Aku terbangun karna merasa kasur di bawahku basah. Sempat tersirat "masa aku ngompol sih?"
Cepat ku cek, tapi tidak berbau. Langsung buru-buru aku ke kamar mandi.
Qodarullah, mulai keluar darah dari jalan lahir itu...

To be continued...

Sabtu, 07 Juli 2018

Hi There :)


Assalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh

Hi there :)
Saat aku menuliskan ini, aku sedang asyik duduk menunggu di ruang tunggu bandara kota Istimewa. Banyak yang lalu-lalang memang. Ada yang terlihat menyambut dengan senyum orang-orang tersayangnya, namun ada pula yang berwajah haru melepas mereka yang terkasih untuk pulang lagi menjalankan rutinitas seperti biasa.

Ah, tanpa ku sadari aku seperti sedang bercermin.
Ya, bercermin pada pengalaman sendiri yang juga sudah berulang kali merasakan perasaan yang sama seperti mereka. Terlintas di pikiranku, bagaimana senyum yang merekah tanpa bisa ku tahan itu terus-terusan tersungging di bibirku tatkala aku menunggumu datang. Saat ekor mataku mendapati bayanganmu di antara orang-orang yang menyeruak keluar itu, aku langsung menarikmu dan mengucapkan salam. Walaupun bukan yang pertama kali, tapi getaran aneh di perutku terus-terusan kambuh ketika aku melihatmu. Lalu seakan sirna ketika kamu mengelus kepalaku lembut, membalas salaman dariku.
Recehnya ya aku, hanya hal sederhana begitupun aku sudah meleleh.

Ternyata, getaran-getaran aneh di perutku muncul lagi. Saat aku harus mengantarkan kamu untuk pulang lagi menemui hari-hari sibukmu di sana. Namun saat-saat seperti ini, getaran aneh itu diperparah dengan tangan yang gemetar dan ada buliran air menetes dari pelupuk mataku. Perasaan yang sangat bertolak belakang terjadi hanya dalam beberapa hari. Terkadang aku ingin menjadi egois di saat-saat seperti ini. Tapi lagi-lagi kamu dengan lihainya menenangkan aku untuk tetap sabar, bahwa yang menunggumu di sana adalah tanggung jawab yang harus kamu penuhi. Jika kamu mangkir dari tugas itu, maka aku jugalah yang akan merugi nantinya. Baiklah, aku mengalah. Karna memang aku tidak punya kesempatan untuk menang, sih.

Rindu yang tumbuh dalam beberapa puluh bahkan beberapa ratus hari, harus cukup disemai dalam waktu beberapa jam saja. Terasa sangat tidak adil memang, waktu-waktu yang ku habiskan sendiri harus lebih banyak dibandingkan dengan waktuku bersamamu. Tapi apa mau dikata? Lagi-lagi kamu menengahi, lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali. Dan akhirnya aku mengalah lagi. Kamu memang begitu pandai menyelami perasaanku. Walaupun aku tahu, pun kamu merasakan hal yang sama tapi tetap saja kamu mampu mengendalikan suasana.

Lalu terbayang, waktu singkat itu benar-benar diisi dengan kebiasaan kita. Tawa karna banyolanmu, ocehan, diskusi, bahkan rengekanku karna kejahilan/ketidakpekaanmu bergulir begitu cepatnya. Sampai kadang aku tidak sadar, detik berlalu mengantarkanmu kembali ke perantauan.


Long Distance Relationship.
Begitu sih orang-orang mengistilahkan hubungan seperti ini. Tapi bagiku, raga memang terpisah oleh jarak tapi pilihan tetap ada pada kita, apakah kita kalah pada jarak atau kitalah yang akan mengalahkannya.
Tidak mudah memang, tapi bukan berarti tidak mungkin dan tidak akan berhasil.
Terimakasih ya, kamu, tetap sabar terhadap aku yang kadang egoisnya luar biasa.
Senyebelin gimanapun kamu, aku akan tetap sambut kamu dengan senyum kapanpun kamu pulang lagi ke kota kita.

Ditulis di bulan Syawal (7 Juli 2018)

Sabtu, 10 Maret 2018

BODY SHAMING?! Masih Jaman?


Assalammu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh


Hello Peopleeeee!!! 
How are you guys? Semoga sehat-sehat yaa. Kali ini aku lagi semangat buat ngebahas salah satu tema yang akhir-akhir ini  mengusik kedamaian dan ketenangan jiwa dan ragaku haha retjeh sih ya. Tapi ini serius. Sesuai dengan judul besarnya yaitu Body Shaming. Mungkin kalian pun juga sering denger ya istilah ini.

Jadi, the definition of Body Shaming is practice of making critical, potentially humiliating comments about a person's body size or weight. Itu bahasa londonya, kalau bahasa Indonesianya sih kurang lebih jadi seperti ini; Body Shaming itu adalah perbuatan baik itu perilaku atau perkataan yang berupa kritik terhadap bentuk atau ukuran dan berat badan orang lain. Udah bisa dipahami bareng-barang ya apa yang dimaksud dengan body shaming ini?

Ga bisa dipungkiri, mungkin banyak orang di Indonesia yang pernah mengalami hal yang kurang mengenakkan ini. Aku termasuk salah satu di antara banyak orang yang mengalami langsung hal ini, bahkan sejak aku masih duduk di bangku SD. Jujur, aku ini termasuk tipikal orang yang memiliki tulang yang besar (kayaknya sih) dan tinggi badan yang saat itu "lebih" dari teman-teman seusiaku. Di tambah lagi, keluargaku tidak pernah membatasi aku dalam urusan jajan-menjajan. Mau sebanyak apapun aku makan, ya bakal tetap dipenuhin permintaanku. Mungkin saking sayangnya ya sama anak hahah. And then, jadilah abdi ini badannya "bongsor" (I hope you guys understand what I mean ya). Nah sejak itulah terjadi bullying terhadap badan abdi. Asal kalian tau guys, diperlakukan kayak gitu sama sekali ga enak! Semoga kalian tidak termasuk dalam sekumpulan orang yang melakukan body shaming ini ya teman temaku yang budiman :)

Syukurlah itu ga berlanjut. Ya udah lah ya, anggep aja itu keegoisan anak SD yang belum bisa berfikir jernih. Tapi keadaan psikologis orang itu beda-beda ya guys, alhamdulillahnya saat itu aku masih bisa kuat dan tegar menghadapi itu hahaha, tapi kan kita ga tau kondisi seseorang itu gimana. Bisa jadi hal yang kita anggep sehat, tapi justru tertekan secara psikologis. Walau saat itu aku merasa bisa menghadapi bully-an, tapi itu memang membuat aku merasa sangat amat insecure sama bentuk badanku. Pajai baju apapun jadi ga enak, ga nyaman. Takut diliat ga cocok, takut dianggap jelek, jadi ngerasa orang tu natap kita dengan tatapan aneh gitu kemanapun aku pergi. Karena hal itu juga, abdi jadi paling risih kalau ada orang yang suka ngomongin tentang bentuk badan orang lain. Bodo lah tu orang yang ngomongin emang ganteng/cantik menurut sebagian orang, atau dianggap sebagai percontohan bentuk badan yang ideal. Tetap aja dia ga punya hak buat komentarin bentuk badan orang lain.

Gini deh, gini. Contohnya bentuk bullying/body shaming yang sering banget aku temuin di sekitar; "Eh, kok jidatmu gede (jenong) banget sih? Kayaknya pesawat tempur bisa tuh numpang mendarat di situ", atau "Kamu kurusan ya sekarang?", "Widih, badanmu gede banget ya udah kayak gajah bengkak (What the.....)", atau "Waktu pembagian tulang dulu kamu ga dateng ya, kok bisa pendek banget sih?", daaaaaaaaaaaan masih banyak yang lainnya.
Kita tuh siapa sih, sampe boleh dengan semena-mena, mengkritik, menghina, menjelekkan bentuk badan seseorang yang dalam persepsi orang-orang kurang pas sama standar kecantikan/kegantengan manusia? Emang yang membuat seseorang dikatakan cantik dan atau ganteng itu yang komposisi tubuhnya kayak gimana sih? Apa ada ketentuan/hukum yang tertulis masalah itu? Engga ada kan? Standar itu kan manusia sendiri yang membuat.

Sadar atau engga, hal-hal yang dianggap sepele ini yang mengakibatkan akhirnya orang (korban) yang merasa insecure dengan tubuhnya mencari jalan keluar dari permasalahan. Makanya timbullah treatment kecantikan yang lebih dari make up. Dan yang paling terkenal ialah apa lagi kalau bukan plastic surgery alias operasi plastik. Jalan pintas mendapatkan bentuk tubuh ideal supaya bisa diterima sama society. Tapi engga cukup sampe situ aja, setelah melakukan treatment itu bakal ada orang yang akan terus mengkritik, sehingga orang akan terus menerus melakukan treatment tersebut tanpa peduli bahwa tubuhnya udah ga kuat lagi, dan akhirnya dia hanya menyakiti dirinya untuk memuaskan penilaian khalayak dengan standar yang tidak akan pernah ada habisnya.

Maksud abdi adalah, ayolah, jangan jadi oknum-oknum penyebab terjadinya akibat yang barusan aku jelasin di atas itu. Ayo kita jadi generasi yang saling menguatkan, saling mendukung untuk hal-hal yang positif. Jangan cuma berani menjadi komentator tanpa bisa bertanggung jawab atas akibat yang mungkin kelak bisa merugikan orang lain. Toh kita juga tidak akan dirugikan dengan bentuk badannya orang lain, kan?

Sebagai seorang muslim, aku sangat amat percaya bahwa Allah Ta'ala sudah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna. Tiap-tiap manusia itu Allah ciptakan dengan ciri khas dan keunikannya masing-masing, karna itulah tanda kebesaran Allah. Coba deh banyangin, kalau aja semua manusia di muka bumi ini diciptain sama. Mukanya sama, tingginya sama, hidungnya sama, rambutnya sama, apa yang bakal terjadi coba? Bisa bayangin ga kalian? Bisa ketuker dah tu kita sama emak kita hahah. Makanya Allah itu udah mentakar dengan sangat bijak apa yang tubuh kalian miliki sekarang. Mungkin bagi mereka yang dikasih Allah hidungnya mungil, ya emang itu yang paling pas buat bentuk wajah mereka. Bagi yang dikasih mata sipit, ya itu yang paling pas lah pokoknya. Terus kenapa kita yang cuma sama-sama ciptaan Allah ini seenak jidat menghina bentuk badan orang lain? Berarti secara ga langsung sama aja kayak kita menghina ciptaan Allah kan? Emangnya ga malu?

Saling berempati dan bersimpati lah. Kalau emang mungkin di mata kamu ada bentuk tubuhnya yang kurang "srek" sama standar kamu, cukup diam. Jangan kamu lontarkan, apalagi sampe dibuat bahan becandaan. It's not funny at all. Manusia ga ada yang bisa request mau dilahirin dengan atribut seperti apa. Kalau boleh minta ya pasti semuanya udah rebutan dah tu, mau jadi yang paling cantik dan atau paling ganteng. So, stop complaining! Bersyukurlah sudah Allah ciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Percuma dilahirkan sebagai manusia yang "ideal" menurut standar manusia lain kalau tidak bersyukur, lalu lupa berakhlak baik, lupa menambah ilmu, lupa bertaubat, lupa bermanfaat dan lupa mati. Buat apa?

"Barang siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, mereka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan" Q.S An Nahl (16) : 97.


Wallahu a'lam bishowab
Semoga bisa menjadi pengingat, baik buat diri abdi sendiri dan buat temen-temen yang udah mampir dan baca.
Thankyou for coming, cause sharing is caring!

Wassalammu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh

Kamis, 01 Februari 2018

Yuk, Bersyukur :) #30harimenulis

Bismillah.. 

Assalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh :)

Hai hai, balik lagi setelah sekian ribu detik (lebay wkwk) ga balik nengokin blog ini. Entah kenapa kepikiran buat challange #30harimenulis. Ini juga bisa jadi metode self assesment loh buat temen-temen, mungkin ada yang lagi ngerasa stres, pengen curhat tapi gatau sama siapa, atau lagi ngerasa galau tapi penyebabnya juga ga jelas apa. Nah, kamu bisa nih mulai nulis. Tulis aja kejadian atau aktivitas yang kamu lakuin seharian ini. Nah, nanti tulisan kalian itu bisa jadi bahan refleksi buat diri kalian sendiri :)

oke, back to the main topic; Bersyukur.
Udah bersyukur kah kita hari ini? Kenapa kita mesti bersyukur?
Bersyukur itu artinya kita menerima nikmat yang diberi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala buat kita dengan hati yang lapang dan ikhlas.

Allah berfirman dalam Q.S Ibrahim [14] - ayat 7 :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ.
Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allâh yang telah dianugerahkan kepada kalian.” [HR. Bukhari Muslim]

Kadang kala kita merasa dapet ujian yang berat, kadang ngerasa udah nabung lama tapi kok rasanya engga pernah cukup, atau selalu ngeluh sama apa yang udah kita dapet. Itu karena kita mungkin kurang bersyukur. Coba deh kalo apapun yang udah kita dapetin hari itu, kita nikmati. Kita ucap "Alhamdulillah, segala puji bagiMu yaAllah" itu bakal buat hati kita lebih lapang. Percaya deh.
Atau, kalau misalnya kita ngeluh kok ga bisa makan enak di resto-resto mehong, uang bulanan selalu ga cukup, kita liat lagi saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Kadang kita lihat banyak anak-anak seusia SD udah kerja bantu orang tuanya baik itu dagang di pasar atau bahkan mereka harus jadi pengamen jalanan. Kepikiran ga, kita dulu di usia mereka sekarang itu lagi ngapain? Setelah lihat hal-hal kayak gitu masihkah ada alasan buat kita untuk ga bersyukur, gais?

Bersyukur itu gampang kok. Nikmati aja apa yang udah Allah kasih buat kita. Eits, bukan artinya nyerah ya. Itumah beda :p
Yuk, sama-sama kita latih diri kita untuk jadi hamba yang bersyukur :)




Untuk nambahin wawasan tentang bersyukur, klik link di bawah ini ya ⏬⏬

Kamis, 16 Maret 2017

Kamis, 27 Oktober 2016

Sepucuk Surat; Tertanda Si Perindu

Bismillahirrohmanirrohim

Teruntuk yang sangat aku rindukan, 

hari ini hujan lebat menyelimuti kota tempat aku berdiam. Sepertinya masih hujan yang sama, seperti saat hujan yang turun tatkala aku berpisah denganmu saat itu. Hujan yang mengaburkan suara isakan tangisku yang tertahan. Bukan, lebih tepatnya yang ditahan dengan paksa. Sebab aku tidak ingin membebanimu pergi, jika aku mengeluarkan semua tangisanku. Bukan berarti aku tidak sedih, bukan pula artinya aku tidak sayang padamu. Aku hanya tidak ingin menyakitimu dengan air mata. Bila tahu, saat itu hatiku gelap. Aku hanya bisa menatap dengan layu, ketika langkah-langkah kaki mereka mengantarkanmu semakin menjauh. Apa yang bisa aku lakukan? yang harus aku lakukan? yang akan aku lakukan? Aku tidaklah siap. Semua begitu cepat, tiba-tiba untukku. Baru beberapa hari waktu sebelumnya aku masih bebas menatapmu, berbincang, dan menatapmu terlelap dalam diam. Hal paling istimewa dalam hidupku yang jarang sekali bisa aku dapatkan bersamamu. Terbersit saat itu, bahwa saat ini aku sedang bermimpi. Iya, mungkin ini hanya mimpi. Aku hanya butuh sadar dari tidurku dan aku akan melihatmu sedang terlelap seperti saat-saat yang lalu. Ternyata itu hanyalah usahaku membohongi diri. Seberapa seringnya aku bangun, senyum itu tidak akan aku temui lagi. 

Teruntuk yang sangat aku rindukan,
kurang lebih sudah satu tahun berlalu. Aku masih memaksakan diri tanpa kehadiranmu. Masih sulit untukku menghilangkan segala sesuatu. Dan saat ini, adalah saat-saat dimana aku benar-benar sangat merindukanmu. Entahlah, aku hanya merindukanmu. Aku merindukanmu..
Aku merindukan saat-saat itu. Saat engkau menanyakan kabarku. Saat engkau mencoba melakukan segala yang bisa dilakukan kala ku sakit. Ketika engkau mencoba membuka dirimu padaku. Mendengarkan pengalaman-pengalaman haru tanpa sesal. Aku merindukanmu.. sesederhana memandangmu duduk dengan senja dan segelas kopi pahit di tanganmu.
Bukan sesal, hanya sedih yang tidak terungkapkan. Sampai saat ini, aku tetap mencoba memasang senyumanku ketika banyak teman di sekelilingku menceritakan apa yang sudah tidak bisa lagi aku ceritakan. 

Teruntuk yang sangat aku rindukan,
aku ingin mengucapkan permintaan maaf, yang tercekat di tenggorokanku sampai saat ini.
Maafkan aku, karna kala itu aku banyak membantah bahkan dengan nada yang tidak pantas ketika engkau menasehatiku.
Maafkan aku, untuk pelukan yang jarang sekali aku berikan kepadamu.
Maafkan aku, untuk kata cinta dan sayang yang belum sempat aku bisikkan.
Maafkan aku, karna aku belum bisa menjadi seseorang yang memenuhi keinginan dan cita-citamu.
Maafkan aku, belum bisa membuatmu bangga atas diriku.
Maafkan aku, yang tidak sadar dengan peluh yang coba engkau rangkai menjadi rancangan masa depan untukku.
Maafkan aku, atas ketidakpekaanku pada keinginanmu menjadikan teman akrab untukku.
Maafkan aku, karna tidak menemanimu sampai saat-saat akhir itu tiba.
Maafkan aku, jika tingkah lakuku di dunia ini menambah beban berat dan menjadi janggalan untukmu di sana.

Teruntuk yang sangat aku rindukan,
sejujurnya pun sampai saat ini aku masih memiliki cita-cita yang bahkan belum sempat aku sampaikan kepadamu. Mungkin cita-citaku ini amatlah sederhana jika dibandingkan dengan betapa pundakmu telah lelah demi mendukungku selama ini.
Cita-cita sederhana itu adalah, aku mampu melihatmu tersenyum sangat bahagia, hadir dan duduk mendampingiku ketika namaku dipanggil sebagai salah satu lulusan dengan predikat cumlaude yang aku persembahkan untukmu.
Aku ingin mentraktirmu sesuatu dengan gaji pertamaku ketika aku sudah bekerja nanti.
Aku ingin melihatmu bersama seorang laki-laki, duduk berdua didampingi oleh penghulu serta saksi ketika seorang laki-laki itu mengucapkan ijabnya.
Aku ingin melihatmu, menggendong, merawat, dan bermain dengan anak-anakku kelak.
Aku ingin... Aku ingin..

Teruntuk yang sangat aku rindukan,
sakit yang pernah engkau simpan sendiri. Lelah yang tidak satu orangpun dari kami tahu. Cinta yang mengalir, dan sayang yang membelai lembut. Apalah dayaku ketika hanya doa yang mampu aku kirimkan untukmu. Hanya doa yang dapat menjadi penghubung. Hanya dengan doa aku berharap, mampu menjadi penerang walaupun sedikit.

Bapak, aku kangen..

Allahummaghfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'fu 'anhu.



Tertanda, Si Perindu.

Selasa, 25 Oktober 2016

Ahlan Wa Sahlan ~

Bismillahirrohmanirrohim

Assalammu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh


Haaaaaiiiiiii , sahabat........ :D
Apa kabar? semoga baik-baik semua yaaahhh. sebelumnya mau ketawa dulu yah (hahaha), karna sebenernya aku juga ga ngerti lah mau nulis apa di sini. tapi yaudah lah ya apapun boleh, kan this blog is belong personal to me xD
setelah sekian lama blog ini terabaikan karna (ga ada ide) sibuk hal ini dan itu hahaha akhirnya tiba-tiba pengen agak merombak sedikit template dan merapihkan sedikit content dalam blog saya ini - kok jadi formal ya sodara-sodara

Dulu sih ceritanya, pertama kali buat blog jaman masih muda alias SMA. itu juga terpaksa sih, buat tugas pelajaran TIK kalo ga salah inget. eeh akhirnya setelah nyoba sana sini, ngotak-atik seadanya ko ternyata asik gitu. bahasanya apa ya, ngoding kali ya *bukan ngondek woii. lucu aja gitu, kayak bisa buat istilahnya buku diary online, yang bisa kita sesuaiin dengan apa yang kita mau, bisa merepresentasikan tipe pribadi kita, atau sekreatif mungkin lah dibuat sehingga kitanya juga jadi lebih semangat buat nengokin blog kita *nengokin doang sih, ga niat nulis wkwkwk
Yaa, gitu lah ya pokoknya.

Oke, back to the main point. jadi aku baru ngubah sedikit tatanan dan template blog ini supaya lebih keliatan dewasa rapi yaaa. supaya enak juga dilihatnya, ga banyak widget-widget yang melayang sana-sini, udah kayak kupu-kupu yang lucu...kemana engkau terbang... dan seterusnya

Ohiyaaa, boleh banget loh mampir di sosial media saya jika berkenan :D. kalian bisa klik di masing-masing icon yang ada menu utama.
Masing-masing icon terhubung ke link kok, jadi bukan cuma hiasan doang :D
Satu lagi nih, sebagai manusia biasa saya ini tempatnya dosa, salah, dan khilaf. oke, oke, ini serius. aku berharap sih blog ini bisa bermanfaat buat siapapun yang baca. tapiiiiiii, maaf yaa kalo ternyata isinya banyak tulisan-tulisanku yang melow, baper, sok puitis gitu :(
mau gimana ya, emang aku sukanya nulis kalo lagi ada insight aja. daaann, biasanya itu muncul sesuai keinginan hati hahaha yaudah lah ya jangan ditanya dapet inspirasi buat nulis dari mana ya dari pengalaman  wkwkwk

udah deh segini dulu aja. kayaknya juga udah banyak. yang bermanfaat diambil, yang ga bermanfaat mohon dibuang aja ke laut yaaaa teman-teman semua.

thanks for coming, thanks for sharing. keep shine and sparkling ;)

Wassalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh


-R-

Jumat, 13 Mei 2016

Note For My Self

Bismillah..

suatu hari aku duduk, memandang gagahnya gunung Merapi yang dibalut lembut oleh warna senja. ya, aku memang memandangnya, tapi dengan tatapan yang meraba-raba. entah kemana fokusku kala itu. masih dengan diam yang sama, aku berpikir. apakah waktu yang sudah ku habiskan selama ini berarti? apakah hidupku selama ini bermakna? apakah hadirku di dunia ini bermanfaat?
ya, banyak pertanyaan-pertanyaan menyentil seperti ini ketika aku menyendiri.
kemudian, semilir angin menyentuh lembut pipiku.
seakan memberi jawaban: hidupmu di dunia ini adalah fana, sementara.
mungkin banyak dari kita terkadang lupa akan hal itu.
ingatlah, tiada yang sempurna di dunia ini. tiada abadi di dunia ini. tiada yang berkuasa di dunia ini. kecuali Sang Maha Pencipta, الله...
mungkin pernah kita merasa, terlahir tidak dengan apa yang kita inginkan. mungkin bukan dengan paras rupawan seperti si fulan, atau tidak dengan bentuk tubuh aduhai seperti fulanah.
mungkin pernah kita merasa hidup ini tak adil. tidak bisa tinggal di rumah mewah seperti fulanah, atau tidak bergelimang kekayaan seperti si fulan.
mungkin pernah kita merasa tiada guna kita di dunia, sebab tak ada pencapaian seperti si fulan, atau tidak sesukses fulanah.
mungkin pernah kita mengeluh jalan hidup yang berat, tidak seperti fulan dan fulanah yang lain.
namun terkadang kita lupa.
saat kita sibuk memgeluhkan rupa dan tubuh sempurna yang الله beri, di luar sana ada saudara kita yang الله uji kesabarannya dengan fisik yang tidak sesempurna kita.
saat kita sibuk mengeluh tidak bisa tinggal di rumah mewah, di luar sana ada saudara kita yang bahkan tidak bisa berlindung dari panas dan hujan.
saat kita sibuk mengeluh hidup yang tiada guna di dunia, di luar sana ada saudara kita yang tetap ingin memberikan manfaatnya kepada orang lain walaupun mereka tidak seberuntung kita.
wahai ukhti.. wahai saudariku..
kita lupa, ukhti.. kita lupa bersyukur..
kita lupa bersyukur telah diberi nikmat luar biasa oleh الله bahwa kita terlahir sebagai seorang muslim.
kita lupa bersyukur telah diberi nikmat luar biasa untuk menghirup nafas islam.
kita lupa bersyukur telah diberi nikmat luar biasa oleh الله yaitu pedoman bagi seluruh ummat, Al-Qur'an.
kita lupa bersyukur, bahwa الله telah mengutus Nabi محمد SAW untuk mengeluarkan kita dari kegelapan.
lihatlah sekelilingmu, saudariku..
begitu banyak nikmat yang bahkan tidak kita sadari telah الله beri kepada kita.
dua bola mata indah itu, adalah lensa paling sempurna.
tubuh itu, adalah mesin paling sempurna.
masihkah kita pantas mengeluh, ukhti?
masih pantaskah kita?

Selasa, 22 Desember 2015

Buat Kamu



Halo, salam untuk kamu :)
Sebenarnya ada banyaaaakkkkk sekali hal yang ingin aku sampaikan dan aku bagi. Tapi keadaan kita sudah tidak sama seperti kita yang kemarin. Mungkin, kita yang kemarin akan dengan mudah terhubung dengan kecanggihan fitur-fitur teknologi. Walaupun kita yang kemarin terpisah dengan angka nyata; 713 kilometer. Namun kita yang kemarin tidak mengalami kesulitan dalam komunikasi, bukan?
Kita yang kemarin adalah kita yang telah banyak membunuh waktu bersama, dengan berbagai cara yang unik dan berbeda. Entah berapa banyak potret yang tersimpan, berapa banyak cerita yang terbuat. Terlepas dari semua itu, yang jelas terpatri adalah kita yang kemarin telah tumbuh bersama dalam 2125 hari. 
Bukan waktu yang singkat.
Sampai akhirnya kita menyadari, bahwa kita telah sama-sama tumbuh, tetapi saling menjauhi.
Menjauhi siapa? Ya, menjauhi Yang Maha Cinta.
Akhirnya kita yang kemarin menyadari, bahwa kita telah mencuri apa yang seharusnya belum tentu milik kita.
Terlambatkah?
Walaupun terlambat, aku masih bersyukur bahwa aku & kamu masih diberi kesempatan untuk menyadari - daripada tidak sama sekali. Inilah bukti bahwa rasa yang kita bangun kemarin adalah rasa yang belum sepantasnya kita tumbuhkan satu sama lain. Aku masih bersyukur bahwa Dia Sang Maha Kasih, dengan sabar menuntun kita kembali di jalan yang memang seharusnya kita jalani.
Kita - aku & kamu - setidaknya masih sama-sama diberi panggilan kembali, sebelum kembali dalam makna yang sesungguhnya.
Apa yang sudah kita lalui kemarin, biarlah berlalu. Terlepas dari semuanya, aku percaya bahwa tidak ada kebetulan di dunia ini. Mungkin ada maksud lain di balik dipertemukannya aku dan kamu, dulu. Mungkin, untuk menjadi pembelajaran. Mungkin, untuk media mendekatkan kita dengan Sang Khalik. Mungkin, untuk mengajarkan kita arti keikhlasan.
Aku menulis ini bukan untuk mengingat kembali, atau untuk menyesali apa yang telah hilang.
Bukan.
Aku ingin menyampaikan terima kasih. Berkatmu aku belajar banyak. Berkatmu aku berani mengembangkan diri. Berkatmu, makin dalam keinginanku untuk membenahi diri. Aku tidak menyalahkanku. Pun tidak menyalahkanmu. Aku tidak menyalahkan siapaun. Karena aku yakin pasti ada hikmah dari setiap cerita yang terukir.
Jika kamu membaca ceritaku - di kemudian hari - ingatlah, aku tidak pernah membencimu.
Semoga aku dan kamu, sama-sama mendapatkan jalan kembali yang baik. Sama-sama lebih giat memperbaiki diri.
Percaya kan, jika kita meninggalkan sesuatu karna Allah, In Syaa Allah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik? :)
Aku percaya, karna Allah lebih tahu jalan apa yang lebih indah untuk kita.


Yogyakarta, 22 Desember 2015


Salam,
Ratri Wulan Sari

Selasa, 24 November 2015

Cinta-Mu..



ya, ingin ku ungkapkan semua dalam bait-bait puisi, namun ternyata baitnya pun tak sanggup membendung apa yang ingin aku utarakan. saat ini mungkin adalah titik balik dalam hidupku. semuanya terasa sangat berat, bahuku seakan berteriak ingin beristirahat. sebentar. ya, beristirahat dari satu demi satu terpaan angin yang mulai terasa menghempas. kemudian ku ambil satu waktu, titik dimana aku merenungi kembali, mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi.
dan lagi-lagi, ya, bahwa semua ini adalah buah dari apa yang telah ku tanam di masa lalu.
ya, ini adalah kesalahanku.
bahwa kegelisahan yang aku rasakan selama ini, yang terkadang aku pun bingung dari mana asalnya, ternyata karena aku telah 'jauh' dari-Mu, Sang Maha Pencipta. aku terlalu sibuk dengan urusan dunia, sehingga lupa statusku hanyalah seorang hamba.
ya, ini adalah kekhilafanku.
bahwa hati yang seringkali bergejolak, yang bahkan tak jelas apa penyebabnya, adalah karena aku telah 'mencuri' apa yang seharusnya belum menjadi milikku. bahwa sesungguhnya Engkau telah sedikit menyentilku, Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan Hati manusia.
ya, ini adalah kekufuranku.
bahwa kecemasan yang terus menerus muncul, bahkan dengan alasan yang tak menentu, adalah karena aku semakin lupa dengan akhiratku, lupa dengan kewajibanku, lupa dengan statusku.
ya, ini adalah kesombonganku.
bahwa sesungguhnya Engkau telah mengingatkan kami; tidak akan masuk surga seseorang yang mempunyai kesombongan bahkan sebesar biji jagung di hatinya. naudzubilah himindzalik...
Kepada Engkau Penguasa Jagat Raya..
Yaa Rohman, Yaa Rohim..
bahwasannya terimakasih karena Cinta-Mu yang tiada putus kepada kami, bahkan ketika kami dengan dzalim 'melupakan-Mu', Engkau masih bersabar menanti hingga kami kembali.
ampunilah kami, yang dengan segala keterbatasan dengan angkuh bahkan belum sanggup menjadi ahli syukur untuk segala Nikmat-Mu..
Yaa Allah..
begitu besar Cinta-Mu.. bahkan Engkau berlari menyambut kami, ketika kami merangkak untuk kembali Kepada-Mu..


Selasa, 17 November 2015

untukku, hari ini..

Karna waktu akan terus bergerak maju
dan sesal adalah konsekuensi bagi orang-orang yang merugi
Karna aku percaya tidak ada kebetulan di dunia ini, pun daun yang jatuh adalah atas izin-Nya
kemudian dunia dan kenikmatannya, membuatku buta..
Bahwa aku hanyalah seorang hamba..
Karena sesungguhnya tidak ada yang bisa dianggap hilang,
sebab memang itu bukanlah apa yg tertulis untuk ku
Terimakasih untuk terus menjadi baik karena-Nya..
Semoga aku, kamu dan semua yang sempat tersesat, diberi ridho dan ampunan..
Bismillah..

Sabtu, 10 Januari 2015

Apa ya..

Hallo!!
Ternyata udah lama banget gak nge-blog. Udah penuh sarang laba-laba aja nih akun :D ~bercandaaaa
Cuma mau flashback aja sih sama apa yang udah terjadi. Gak terasa udah masuk tahun 2015 masehi aja. Perasaan juga baru kemaren lulus SD~
Yap, sekarang aku udah jadi salah satu mahasiswi psikologi di salah satu universitas di Yogyakarta.
Gak tau sih, perasaan jadi campur aduk setelah beberapa bulan bener-bener hidup sendiri di tanah orang. Yang biasanya dianter-jemput kalo pulang, sekarang? Yaudah berangkat sama pergi ya sendirian. Makan sendirian, nonton sendirian, semua serba sendirian. Baru berasa banget hangatnya suasana rumah yang sebelumnya belum berasa karena selalu sama keluarga.
Pulang kuliah, balik kost, udah gak ada yang diajak ngomong. Baru banget ngerasa kangen sama jailnya anak-anak Indonesia di rumah itu. Kangen banget kalo pagi-pagi dibangunin sama si mungil Putri. Walaupun banguninnya dengan cara yang agak barbar. Kangen banget makan rame-rame sambil sekedar nonton Mahabarata, atau kangen masak besar kalo lagi ada yang ultah.
Kangen banget begadang sambil nonton 'Masih Dunia Lain' sama si bagong, atau godain si gareng yang cengeng. Kangen sekedar sepedaan sore-sore sama mereka. Berebut pempek, pisang goreng, bakwan, model, tekwan bahkan Indomie.
Kangen suasana 'disambut' sama mereka kalo pas aku baru balik dari Palembang. Kangen digentolen minta bagian oleh-oleh. Ternyata mereka kecil-kecil gitu udah paham prinsip ekonomi.
Kangen godain mereka kalo lagi belajar. Kangen denger mereka hafalan surah Qur'an. Kangen mereka yang dimarahin bapak karena lelet sholat jama'ah. Kangen minta dimasakin mie tongseng. Kangen disuruh nganterin ke sekolah.
Kangen ibu lengkap sama ocehannya. Kangen bapak juga gak ketinggalan sama perhatian yang diselipin di setiap pertanyaan kalo aku baru pulang. Kangen digodain sama mbak Yun, sama lek Hisyam juga.
Kangen banget semua suasana yang ada di rumah.
Gak tau sih kenapa, padahal ini keinginanku untuk awalnya. Mungkin terlalu percaya kalo aku udah siap untuk hidup mandiri. Udah siap sama segala resiko yang bakal aku hadapin. Tapi kayaknya aku belum se'strong' itu deh. Aku pengen dianggep dewasa karena selama ini aku merasa kalo masih dianggep anak kecil. Tapi ternyata jadi dewasa itu gak sesimple kata 'dewasa'. Aku masih mau jadi anak kecil di rumah. Jujur banget pengen.
Tapi setelah dipikir lagi, gak ada yang abadi di dunia ini kan? Siap gak siap, aku harus siap. Walaupun kangennya kebangetan padahal belum ada satu tahun aku di sini, aku harus bisa!
Udah deh segini dulu curhatnya, tangan udah mulai kram ngetik haha :D
Syukron katsiron~

Selasa, 13 Mei 2014

Senin, 16 Desember 2013

HATI-HATI dengan SEJADAH ANDA !

Bismillahirrohamanirroihim .

Artikel ini juga telah dikutip dari 'efairy-holywar' dan beberapa rangkaian blog lain yang pernah ditutup oleh pihak tertentu karena membongkar rahasia sulit 'The Elite'.Walau bagaimanapun pembongkaran misteri ini akan terus dibuat demi menyelamatkan kesucian dan kehormatan Agama Islam. Mungkin banyak yang telah mengetahui perkara ini.Namun sekiranya anda belum mengetahui,silakan cari tahu!!.Ini sangat penting demi memelihara akidah anda.

Subliminal message atau pesan bawah sadar merupakan signal atau pesan yang terdapat dalam media lain, yang dirancang untuk melewati di atas normal pikiran / presepsi manusia. Pesan itu sebenarnya tidak dapat disadari/ diketahui, namun dalam situasi tertentu dapat mempengaruhi pikiran, perilaku, tindakan, sikap, sistem kepercayaan dan sistemnilai secara positif maupun negatif. Istilah bawah sadar berarti “ beneath a limen “ (ambang indrawi). Subliminal berasal dari bahasa Latin, kata sub yang berarti di bawah, dan limen, yang berarti ambang (This is from the Latin words sub, meaning under, and limen, meaning theshold).
Kini kita akan langsung saja yang berhubungan dengan sajadah.Ya, sajadah yang digunakan oleh anda untuk alas solat. Apa yang menariknya disini? Silakan perhatikan dahulu gambar/gambar dibawah :

Master Carpet Freemason1





Freemason - Mater Karpet

Berdasarkan gambar Master Karpet di atas, saya mengambil tiga cirinya ;

1 Lantai Catur (hitam/putih)/Checkered Floor

2 Bintang dan Bulan

3 2 tiang yang dikenali sebagai Joachim dan Boaz.

Sekarang kita akan perhatikan contoh salah satu sejadah yang telah diambil.Silahkan perhatikan baik.baik

Sejadah dengan 3 ciri freemason :



1. checkered floor
2. bulan dan bintang dan
3. 2 tiang (Joachim & Boaz)

Perhatikan sejadah di atas, ia juga mempunyai 3 ciri yang saya nyatakan yiaitu bintang dan bulan, lantai berpetak (checkered floor) dan 2 tiang. Bagaiamana ?? percaya tidak percaya simbol2 yahudi itu ada disejadah kita .

Uraian beberapa istilah diatas yang berkemungkinan membingungkan anda

1) Freemason

- Freemason dan Illuminati adalah cabang-cabang pertubuhan Dajal Laknatullah.Tiada bezanya di antara dua pertubuhan ini, keduanya menganut agama menyembah Iblis dan Syaitan, mengamalkan sihir dan memuja-muja mistik sesat (antaranya percaya kepada kuasa angka dan bentuk geometri).Namun freemason telah tampil seolah-olah sebuah pertubuhan yang halal dan memperjuangkan kebajikan.Kini ahli mereka berada diseluruh dunia termasuk Malaysia yang rata-ratanya dianggotai oleh golongan elit.

2) Lantai Hitam & Putih/Checkered Floor
- Lantai yang digunakan dalam ritual freemasonry (berpetak hitam-putih)


3) Bulan dan Bintang

- Biasa terdapat dalam logo dan simbol yang digunakan oleh freemasonry,dan turut digunakan didalam ritual penyembahan syaitan.Bulan dan bintang turut digunakan sebagai simbolik keIslaman di kebanyakan negara termasuk Malaysia (walaupun ianya bukan logo Islam)

4) All seeing eye

- Simbolik/propoganda "The Hidden Hand/Dajjal" seperti yang tercetak dibelakang wang dollar U.S.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selain itu, lihat juga di sajadah berikut ini, betapa banyak nya simbol-simbol yahudi di dalam sejadah masjid masjid kita .


Lihatlah, betapa banyaknya simbol-simbol yahudi yang tersimpan dibalik sajadah yang kita gunakan sehari-hari, .
dan, bukan sampai disitu saja!! ,
tanpa kita sadari ada yang lebih berbahaya lagi, yakni adanya simbol seks dibalik sejadah tersebut.
perhatikan baik-baik


Nah sekarang, entah sengaja atau memang tidak tahu, ada gambar yang menampakkan pesan seks pada gambar Sajadah, karpet alas untuk sholat di masjid-masjid. Sajadah sejenis ini sudah tersebar ke masjid-masjid, namun sayang masyarakat/ jama’ah masjid tidak menyadari bahwa karpet/sajadah yang mereka pakai tiap hari bergambar porno.
Mungkin sepintas itu tidak terlihat jelas dan pastinya tidak menyadari bahwa sebenarnya gambar yang kita tahu adalah sebuah pintu ternyata kalau kita perhatikan dengan teliti akan menyerupai (maaf) seperti organ vital laki-laki. Coba perhatikan kembali gambar sajadah atau karpet masjid ! ini seperti sudah di desain sedemikian rapi oleh si pembuat di pabrik pembuat sajadah atau karpet masjid.



Inilah perancangan jahat Yahudi dan Nasrani yang banyak di antara kita tidak mengetahui dan sadar. Mereka akan mnjadikan KITA SESAT DALAM KEADAAN BERIMAN .Walaupun dengan perkara sekecil ini, mereka tetap menjalankan rancangan jahat mereka.
Diharapkan di dalam kehidupan sehari hari , kita semua lebih berhati-hati dan lebih peka setelah membaca artikel ini

" sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya[82]. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Al-Baqarah 109


http://ppnuruliman.com/berita/371-ad...dil-haram.html


“Man tasyabbaha bi qaumin fahua minhum”.Bermaksud: Barangsiapa yang menyerupai sesuatu kaum, maka seseorang itu terdiri dari kalangan mereka iaitu kaum berkenaan).

Dikutip dari http://hxforum.org/ (Forum Diskusi Sejarah dan konspirasi) dan dari berbagai sumber .


Afwan buat temen-temen yang beranggapan yang penting sholatnya bukan sejadahnya memang benar, tapu tujuan dari gambar ini ada di sejadah kita adalah karna tujuan para yahudi ingin men-save dalam otak kita akan simbol mereka.
Secara tidak langsung otak kita akan merekam simbol itu, dan perlahan kita akan terus ingat simbol-simbol itu lalu ajaran yang mereka bawa akan sangat mudah meresap di otak ini karena sebelumnya kita sudah merekam dari simbol-simbol yahudi.

Dari Aisyah ra ia berkata
Rasulullah saw berdiri untuk sholat di kain yang ada ukirannya, tatkala selesai sholat beliau bersabda: Pergilah kalian dengan kain ini kepada Abi Jahm bin Hudzaifah dan datangkanlah kepadaku dengan kain tebal yang tidak ada ukirannya (anbijansyah), Maka sesungguhnya kain yang ada ukirannya itu telah menggagguku dalam sholat.
bukannya begitu lebih baik...?


Dibolehkan shalat dengan memakai alas, baik berupa tikar, sajadah, kain, atau yang lain nya selama alas tersebut tidak akan mengganggu orang yang shalat. Misalnya sajadahnya bergambar dan berwarna-warni, yang tentunya dapat menarik perhatian orang yang shalat. Di saat shalat, mungkin ia akan menoleh ke gambar-gambarnya lalu mengamatinya, terus memperhatikannya hingga ia lupa dari shalatnya, apa yang sedang dibacanya dan berapa rakaat yang telah dikerjakannya. Oleh karena itu tidak sepantasnya memakai sajadah yang padanya ada gambar masjid, karena bisa jadi akan mengganggu orang yang shalat dan membuatnya menoleh ke gambar tersebut sehingga bisa mencacati shalatnya". (Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Fadhilatusy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 12/ 362)

------------------------------------------------------------------


saran, kalau ingin beli sajadah, belilah sajadah yang polos atau setidaknya tidak memiliki banyak gambar-gambar .
atau jika sudah terlanjur memiliki sajdah yang bergambar, bisa juga di sajadah itu di alasi dengan kain putih , seperti yang pernah admin liat saat sholat di masjid, "sajdah nya penuh gambar, kemungkinan ta'mir masjid tau kalau sajdah bergambar ini akan mengganggu kekhsusukan dalam beribadah, maka di alasi lah dengan kain putih bersih dibagian ujung-ujung sajadah.

dan satu lagi, pilihlah sajdah yang berukuran kecil. jangan yang lebar,. kenapa ? karena sajadah yang lebar itu orang2 yang menggunakan nya bisa tidak merapatkan shaf2 nya, karena memiliki sajdah yang lebar, yang hanya untuk dia sendiri, al hasil shaff pun tidak rapat .

------------------------------------------------------------------

semoga Allah selalu melindungi kita, dimanapun kita berada.
wallahualam

from http://alvaroachmad.blogspot.com/2013/07/hati-hati-dengan-sejadah-anda.html